Dedy Tabrani / Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
Bagaimana Selat Malaka menjadi koridor perdagangan metamfetamin, dan apa akibatnya bagi masyarakat yang hidup di pesisirnya?Jalur Teh Cina: Metamfetamin, Penyelundupan Maritim, dan Kehidupan Pesisir di Selat Malaka menelusuri hubungan antara produksi narkotika di kawasan Segitiga Emas, jalur transit di Asia Tenggara, penyeberangan laut, dan pasar konsumen. Dedy Tabrani dan Kamaruzzaman Bustamam Ahmad menghubungkan geografi maritim dengan jaringan perdagangan gelap, kerentanan ekonomi nelayan, serta praktik pengawasan dan penegakan hukum.Bersumber dari putusan pengadilan, dokumen resmi, laporan organisasi internasional, pemberitaan pers, dan penelusuran lapangan, buku ini membahas koridor Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, serta pesisir Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. Kronik penyitaan dan pembacaan perkara memperlihatkan pembagian peran dalam jaringan, ketimpangan risiko, dan perbedaan rezim pemidanaan di kawasan.Di balik angka penyitaan terdapat kehidupan pesisir, pilihan yang dibatasi kemiskinan, dan hubungan rumit antara masyarakat, pasar, serta aparat negara. Buku ini mengajak pembaca memahami penyelundupan narkotika sebagai persoalan lintas batas yang juga berakar pada kondisi sosial dan ekonomi setempat.Ditujukan bagi pembaca umum, mahasiswa, peneliti, dan pemerhati kebijakan, Jalur Teh Cina menawarkan pembacaan tentang kejahatan transnasional dan kehidupan manusia di salah satu jalur laut terpenting Asia Tenggara.