Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
Apa yang hilang ketika ilmu dipisahkan dari hikmah, sains dari filsafat, dan pengetahuan dari peradaban? Buku ini merupakan perjalanan menyusuri warisan intelektual yang membentuk cara kita memahami ilmu, dari tradisi Islam hingga pemikiran Barat modern.Penulis membaca tujuh pemikir besar secara berdampingan: Henry Corbin tentang waktu siklis dan angelologi, Franz Rosenthal tentang kejayaan ilmu dalam peradaban Islam, Osman Bakar tentang klasifikasi ilmu-ilmu, Alparslan Açıkgenç tentang paradigma epistemologi Islam, Descartes tentang rasionalisme dan fondasi sains modern, Charles Taylor tentang hilangnya pesona dunia, serta Seyyed Hossein Nasr tentang sains sakral dan krisis ilmu.Dari perjumpaan itu, buku ini merumuskan arah menuju filsafat ilmu Islam yang memulihkan kesatuan antara wahyu, akal, dan peradaban. Edisi bahasa Indonesia dari Theoretical Foundations of Knowledge: Reclaiming the Sacred Unity of Science, Philosophy, and Civilization.